Dalam Lingkup Suasana " Salah Paham "
Saya yakin, hal yang satu ini sudah pernah dimakan oleh kalian teman-teman yang membaca artikel ini. Benda satu ini seringkali muncul ketika kita sebagai pengendalinya dalam keadaan yang lagi ngga well saat berinteraksi yang selanjutnya mampu mengundang si 'Salah Paham' ini muncul. Terkadang kita merasa ngga sanggup menceritakan hal yang sebenarnya terjadi atau kita rasakan kepada pihak yang kita sedang ajak berbicara. Sebetulnya, saya menulis ini berdasarkan apa yang saya pikirkan dan masih terus dikembangkan pemikirannya hehe ....
Terus, apa yang saya telah pikirkan dan masih saya kembangkan pikiran tersebut ??
Ok, jujur saja. saya berusaha untuk mencari kebaikan dalam segala hal, walaupun saya yakin dan sangat yakin bahwa itu bukanlah sesuatu yang mudah. Tapi, apa gunanya kata "berusaha" dimasukkan ke dalam KBBI ? ( ngga ada hubungannya, yaa ? -_- )
Seperti yang telah saya katakan, dalam kesalahpahaman sendiri sebenarnya ada beberapa hal yang dapat kita ambil sebagai pelajaran. Apa saja mereka ? Teruskan membaca!!

Yang Pertama, kita dilatih untuk lebih jujur kepada diri sendiri. Kenapa ? sebab pada saat terjadi kesalahpahaman, biasanya berawal dari keragu-raguan kita dalam menyampaikan hal. Alasannya pun bisa bermacam-macam mulai dari tidak percaya diri, takut menyinggung perasaan orang lain, dan yang lainnya. Misal saja seperti pada saat teman-teman ingin emm..... anggap saja teman-teman ingin menyaampaikan perasaan. Nah, biasanya karena ngga pe-de alias agak minder gitu, teman-teman selanjutnya mencoba mencari hal lain yang mampu mengalihkan perhatian lawan bicara. Tentunya hal ini bertujuan untuk menutupi maksud anda yaitu menyatakan perasaan anda. Lalu, ngga sedikit biasanya malah jadi aneh, bingung dan gagap pada saat mencoba mengalihkan topik. Kalau lawan bicara teman-teman sudah merasa ngga nyaman, mereka akan mengira bahwa anda adalah orang yang aneh. Dan untuk seterusnya mungkin mereka akan malas untuk berbincang lagi dengan teman-teman. Dan, munculah kesalah pahaman tersebut.Sebenarnya niat anda baik, namun karena anda tidak segera menyampaikan denag jujur apa yang sebenarnya anda ingin katakan malah berakibat hal yang demikian. Jadi, kesimpulannya menurut saya hal yang dapat dipelajari adalah untuk supaya lebih jujur kepada diri sendiri.
Yang kedua, cukup simple " Melihat Kebaikan Dalam Segala Hal". Intinya, biarpun kita dalam keadaan kesel, yaa cukuplah minimal kalimat diatas menjadi obat penawarnya.
Baik, teman-teman itu lah yang dapat saya tulis untuk kalian baca. Semoga bermanfaat dan permintaan maaf tak lupa saya sampaikan untuk kesalahan yang terdapat dalam tulisan saya ini. Da terimakasih teah membaca tulisan saya ini.


bagus banget! ini mengungkap fakta ,tulisan kamu natural dan aku suka,ini pengalaman pribadi atau..?? eh ditunggu artikel lainnya yaa :)
BalasHapusiya, terinspirasi dari pengalaman pribadi hehe :)
BalasHapusmaksih ya atas komen dan kunjungannya :)
menarik sekali, semoga kamu menjadi penulis yg hebat , salam kenal ,I'm Finda, 17 Y.o , :)
BalasHapusAmin, trimakasih ya atas doanya :)
BalasHapusI'm Ayu, btw :)
Nice to know you :)
u're welcome :)
BalasHapusnice to know you too,,
berharap kamu sering nulis di blog tentang tulisan tulisan yang lebih inspiratif lagi ^
iya, akan dicoba :)
BalasHapus